Setelah proses CNC machining selesai, sebuah komponen belum tentu langsung siap digunakan. Pada banyak aplikasi industri, part masih membutuhkan proses tambahan untuk memperbaiki kualitas permukaan, meningkatkan ketahanan terhadap korosi, menambah kekerasan, atau menyesuaikan tampilan akhir komponen. Tahap tambahan inilah yang biasa disebut sebagai proses finishing.
Finishing setelah CNC machining dapat berupa proses mekanis seperti grinding dan polishing, maupun perlakuan permukaan seperti anodizing, coating, plating, hingga heat treatment tertentu. Jenis finishing yang dipilih perlu disesuaikan dengan material, fungsi part, kondisi lingkungan kerja, serta spesifikasi yang tercantum pada drawing.
Baca juga: Material Apa Saja yang Bisa Diproses dengan Mesin CNC?
Jenis Finishing setelah CNC machining
Hasil machining pada dasarnya sudah dapat menghasilkan bentuk dan dimensi sesuai kebutuhan. Namun, cutting tool tetap meninggalkan pola atau tekstur tertentu pada permukaan material. Pada beberapa komponen, kondisi tersebut masih dapat diterima, tetapi pada aplikasi tertentu kualitas permukaan perlu ditingkatkan.
Finishing juga dapat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan part. Komponen yang digunakan pada lingkungan lembap, terkena bahan kimia, mengalami gesekan, atau bekerja dalam temperatur tertentu mungkin memerlukan perlindungan tambahan.
Selain itu, terdapat part yang membutuhkan finishing agar lebih mudah dibersihkan, memiliki tingkat kekasaran tertentu, atau mempunyai tampilan yang lebih seragam. Karena itu, kebutuhan finishing sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak tahap perencanaan machining.
1. Grinding
Grinding merupakan proses finishing yang menggunakan abrasive wheel untuk mengikis material dalam jumlah sangat kecil. Proses ini dapat digunakan ketika komponen membutuhkan ukuran yang lebih presisi atau kualitas permukaan yang lebih halus setelah machining.
Grinding banyak diterapkan pada shaft, permukaan datar, komponen tooling, serta part yang berpasangan dengan bearing atau komponen presisi lainnya.
Proses ini juga dapat digunakan setelah heat treatment ketika material sudah memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi. Namun, allowance untuk grinding perlu dipertimbangkan sejak sebelum proses machining agar ukuran akhir tetap sesuai spesifikasi.
2. Polishing
Polishing digunakan untuk membuat permukaan komponen menjadi lebih halus dan mengurangi bekas machining yang terlihat.
Proses ini dapat dilakukan menggunakan abrasive dengan tingkat kekasaran tertentu secara bertahap hingga memperoleh kualitas permukaan yang diinginkan.
Polishing umum digunakan pada stainless steel, aluminium, mold component, serta part yang membutuhkan permukaan lebih bersih atau estetis.
Pada industri makanan, farmasi, dan beberapa aplikasi khusus, permukaan yang lebih halus juga dapat membantu mempermudah proses pembersihan.
3. Anodizing
Anodizing merupakan salah satu finishing yang banyak digunakan pada komponen aluminium. Proses ini membentuk lapisan oksida pada permukaan aluminium melalui proses elektrokimia.
Lapisan tersebut dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan keausan pada permukaan. Selain itu, anodizing juga dapat digunakan untuk memberikan warna tertentu pada komponen.
Karena adanya perubahan pada lapisan permukaan, kebutuhan anodizing perlu diperhitungkan apabila komponen memiliki toleransi yang ketat. Dimensi tertentu seperti lubang, shaft fit, atau area mating surface mungkin membutuhkan perhatian tambahan.
4. Plating
Plating merupakan proses penambahan lapisan logam pada permukaan komponen. Jenis lapisan yang digunakan dapat berbeda tergantung kebutuhan, misalnya nickel plating, chrome plating atau zinc plating.
Zinc plating banyak digunakan untuk membantu melindungi komponen baja dari korosi. Sementara nickel dan chrome dapat dipilih untuk kebutuhan perlindungan, ketahanan permukaan, maupun tampilan tertentu.
Ketebalan lapisan plating perlu diperhatikan pada komponen yang memiliki toleransi ketat karena lapisan tambahan dapat mengubah ukuran akhir permukaan.
5. Powder Coating
Powder coating merupakan proses pelapisan menggunakan serbuk yang kemudian dipanaskan hingga membentuk lapisan pada permukaan material.
Finishing ini banyak digunakan pada bracket, cover, frame, panel dan berbagai komponen mesin yang membutuhkan perlindungan permukaan sekaligus tampilan yang lebih rapi.
Powder coating memiliki lapisan yang relatif lebih tebal dibandingkan beberapa finishing lainnya. Karena itu, area thread, mating surface, lubang presisi, atau permukaan tertentu biasanya perlu dilindungi dari coating apabila dimensinya tidak boleh berubah.
6. Painting
Painting atau pengecatan menjadi finishing yang cukup umum pada komponen mesin dan konstruksi industri. Tujuannya dapat berupa perlindungan terhadap korosi, identifikasi komponen maupun peningkatan tampilan.
Sistem pengecatan dapat terdiri dari primer dan top coat tergantung material serta lingkungan penggunaannya.
Sebelum pengecatan, permukaan biasanya perlu dibersihkan agar minyak, debu, dan kontaminasi lainnya tidak mengganggu daya rekat cat.
7. Sandblasting
Sandblasting menggunakan media abrasive yang ditembakkan ke permukaan material dengan tekanan tertentu. Proses ini dapat digunakan untuk membersihkan karat, kerak, cat lama, maupun kontaminasi pada permukaan. Selain sebagai proses finishing, sandblasting juga sering digunakan sebagai tahap persiapan sebelum painting atau coating. Permukaan yang telah melalui sandblasting memiliki tekstur tertentu yang dapat membantu lapisan berikutnya menempel dengan lebih baik.
8. Black Oxide
Black oxide merupakan treatment permukaan yang dapat digunakan pada beberapa komponen berbahan steel. Finishing ini menghasilkan tampilan permukaan berwarna gelap dan dapat memberikan perlindungan ringan terhadap korosi jika dikombinasikan dengan minyak atau treatment tambahan. Black oxide sering digunakan pada tooling, fastener, jig, fixture atau komponen mesin tertentu ketika lapisan yang sangat tebal tidak diinginkan.
9. Heat Treatment
Heat treatment sebenarnya bukan hanya finishing visual, tetapi proses perlakuan panas yang dapat dilakukan setelah machining untuk mengubah sifat mekanik material. Proses seperti hardening, tempering atau case hardening dapat digunakan untuk meningkatkan kekerasan, ketahanan aus maupun karakteristik mekanik tertentu.
Heat treatment banyak dibutuhkan pada shaft, gear, pin, tooling dan komponen yang mengalami gesekan atau beban tinggi. Perlu diperhatikan bahwa perlakuan panas dapat menyebabkan perubahan dimensi atau distorsi pada material. Karena itu, beberapa part masih membutuhkan proses grinding setelah heat treatment untuk mencapai ukuran akhir.
Baca juga: Proses CNC Machining dari Drawing hingga Menjadi Komponen
Apakah Setiap Part CNC Harus Menggunakan Finishing?
Tidak. Banyak komponen dapat langsung digunakan setelah proses CNC machining apabila kondisi permukaan dan sifat materialnya sudah sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan.
Finishing tambahan biasanya dipilih ketika terdapat kebutuhan tertentu seperti perlindungan terhadap korosi, peningkatan kekerasan, surface finish lebih halus, tampilan tertentu atau kebutuhan terhadap ketahanan aus.
Menambahkan finishing tanpa kebutuhan yang jelas justru dapat meningkatkan waktu pengerjaan dan biaya produksi. Oleh sebab itu, jenis finishing sebaiknya ditentukan berdasarkan fungsi aktual komponen.
Baca juga: Apa Itu Toleransi Machining dan Mengapa Penting untuk Part Mesin?
Bagaimana Memilih Finishing yang Tepat?
Pemilihan finishing sebaiknya mempertimbangkan material, kondisi lingkungan, fungsi komponen dan tingkat presisi yang diperlukan.
Untuk aluminium yang digunakan pada lingkungan tertentu, anodizing dapat menjadi salah satu pilihan. Komponen baja yang membutuhkan perlindungan korosi dapat menggunakan plating, painting atau coating sesuai kebutuhan. Sementara part yang mengalami gesekan tinggi dapat membutuhkan heat treatment atau grinding.
Area yang memiliki toleransi ketat juga perlu diperhatikan. Finishing dengan tambahan ketebalan permukaan dapat memengaruhi ukuran akhir sehingga harus diperhitungkan sejak proses pembuatan drawing dan machining.
Untuk kebutuhan pembuatan part mesin, spare part custom, CNC machining maupun engineering industri, Anda dapat melihat layanan dari PT Eitama Industrial Machinery dan menyesuaikan proses pembuatan berdasarkan spesifikasi komponen yang dibutuhkan.
View this post on Instagram
FAQ Seputar Finishing Setelah CNC Machining
1. Apakah semua hasil CNC machining perlu finishing tambahan?
Tidak. Beberapa part dapat langsung digunakan setelah machining apabila kondisi permukaan, dimensi, dan sifat materialnya sudah sesuai kebutuhan. Finishing tambahan biasanya diperlukan untuk meningkatkan ketahanan korosi, kekerasan, kualitas permukaan, atau tampilan komponen.
2. Finishing apa yang cocok untuk komponen aluminium?
Anodizing menjadi salah satu finishing yang umum digunakan untuk aluminium karena dapat membantu meningkatkan ketahanan korosi dan memberikan lapisan permukaan tertentu. Namun, pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan fungsi dan toleransi komponen.
3. Apakah finishing dapat memengaruhi ukuran part?
Bisa. Proses seperti plating, anodizing, powder coating, maupun heat treatment dapat memengaruhi dimensi akhir komponen. Karena itu, kebutuhan finishing sebaiknya sudah diperhitungkan sejak tahap drawing dan machining.
4. Apa perbedaan grinding dan polishing?
Grinding lebih banyak digunakan untuk memperbaiki ukuran, kerataan, atau tingkat presisi permukaan dengan membuang material dalam jumlah kecil. Sementara polishing lebih berfokus pada menghaluskan permukaan dan mengurangi bekas machining agar tampilan atau kualitas permukaan menjadi lebih baik.
5. Kapan heat treatment diperlukan setelah CNC machining?
Heat treatment biasanya diperlukan ketika komponen membutuhkan peningkatan kekerasan, ketahanan aus, atau sifat mekanik tertentu. Proses ini umum diterapkan pada shaft, gear, pin, tooling, dan part yang bekerja dengan beban atau gesekan tinggi.
