Overhead crane digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material berat pada area pabrik, gudang, bengkel, workshop, dan fasilitas produksi. Peralatan ini terdiri dari berbagai komponen mekanis serta kelistrikan yang bekerja secara bersamaan. Karena digunakan untuk mengangkat beban, kondisi setiap komponen harus diperhatikan melalui pemeriksaan dan perawatan berkala.
Mengetahui daftar sparepart overhead crane membantu perusahaan menentukan komponen yang perlu diperiksa, diperbaiki, atau diganti. Persediaan sparepart kritis juga dapat mempercepat proses perbaikan ketika terjadi kerusakan sehingga waktu berhentinya kegiatan produksi dapat dikurangi.
Komponen Overhead Crane
Overhead crane pada umumnya terdiri dari sistem hoist, trolley, bridge girder, end carriage, runway, panel kontrol, serta perangkat keselamatan. Hoist menjalankan gerakan naik dan turun, trolley menggerakkan beban ke arah samping, sedangkan bridge menjalankan crane sepanjang lintasan.
Setiap sistem memiliki komponen yang dapat mengalami keausan. Pada layanan maintenance yang disediakan Eitama Mesin Industri, komponen yang ditangani antara lain wire rope, chain, motor hoist, gearbox, limit switch, contactor, kampas rem, dan panel kontrol.

1. Wire Rope Hoist Crane
Wire rope atau tali baja digunakan sebagai media pengangkat pada wire rope hoist. Komponen ini menerima beban secara langsung sehingga perlu diperiksa dari kemungkinan kawat putus, korosi, pengurangan diameter, bagian terjepit, deformasi, atau susunan tali yang tidak normal.
Wire rope yang mulai rusak tidak boleh hanya dilumasi lalu digunakan kembali tanpa pemeriksaan. OSHA menyebutkan bahwa inspeksi wire rope perlu mencakup pengamatan terhadap kerusakan yang terlihat sebelum peralatan digunakan.
Sparepart yang berhubungan dengan wire rope meliputi:
- Wire rope atau tali baja.
- Wire rope drum.
- Rope guide.
- Rope clamp.
- Socket dan wedge socket.
- Sheave atau pulley.
- Bearing sheave.
- Guide roller.
Pemilihan wire rope harus disesuaikan dengan diameter, konstruksi tali, panjang, kapasitas angkat, serta desain drum dan sheave pada unit.
2. Load Chain dan Sprocket
Pada electric chain hoist, proses pengangkatan menggunakan load chain. Rantai dapat mengalami pemanjangan, keausan, retak, korosi, atau perubahan bentuk akibat penggunaan intensif dan beban yang tidak sesuai.
Komponen pendukungnya seperti chain guide, sprocket, chain container, dan chain stripper juga perlu diperiksa. Penggantian load chain sebaiknya menggunakan ukuran, material, dan spesifikasi yang sesuai dengan hoist karena rantai biasa tidak dirancang untuk menggantikan rantai angkat.
Daftar komponen pada sistem chain hoist meliputi:
- Load chain.
- Hand chain untuk manual hoist.
- Load sprocket.
- Chain guide.
- Chain stripper.
- Chain container.
- Chain stopper.
- Connecting link.
Rantai hoist harus bebas dari lilitan dan tekukan sebelum digunakan untuk mengangkat beban.
3. Hook dan Hook Block
Hook menjadi titik pengait antara crane dan perangkat rigging yang menahan beban. Pemeriksaan harus dilakukan pada bagian mulut hook, leher, ulir, swivel, pin, serta safety latch.
Hook perlu dievaluasi apabila mengalami retak, perubahan bentuk, keausan, bukaan yang semakin lebar, atau safety latch tidak dapat menutup. Memperbaiki hook dengan pemanasan atau pengelasan tanpa prosedur teknis yang tepat dapat mengubah karakteristik materialnya.
Sparepart pada bagian hook dan load block meliputi:
- Hook hoist crane.
- Safety latch.
- Hook block.
- Swivel hook.
- Thrust bearing.
- Hook nut.
- Sheave block.
- Pin dan pengunci.
- Side plate hook block.
Kapasitas hook pengganti harus sama atau lebih sesuai dengan kebutuhan crane, tetapi pemasangannya tetap perlu mengikuti rancangan unit dan rekomendasi teknis.
4. Brake Hoist Crane
Brake atau sistem pengereman berfungsi menghentikan gerakan dan menahan beban ketika motor tidak beroperasi. Brake yang sudah aus dapat menyebabkan beban turun perlahan, gerakan berhenti terlambat, muncul suara tidak normal, atau hoist tidak dapat menahan beban dengan stabil.
Komponen brake yang umum diperiksa meliputi:
- Brake lining atau kampas rem.
- Brake disc.
- Brake drum.
- Electromagnetic brake.
- Brake coil.
- Brake spring.
- Brake shoe.
- Rectifier brake.
- Release lever.
Sebelum mengganti kampas rem, teknisi perlu memeriksa ketebalan, permukaan, celah pengereman, coil, spring, dan mekanisme pelepas. Penyetelan yang tidak tepat dapat membuat brake terlalu longgar atau justru terus bergesekan saat motor berputar.
5. Motor Pengangkat dan Trolley
Overhead crane biasanya memiliki motor untuk gerakan pengangkatan, perjalanan trolley, dan perjalanan bridge. Setiap motor dapat memiliki daya, putaran, tegangan, sistem pengereman, serta mounting yang berbeda.
Tanda masalah pada motor dapat berupa temperatur berlebih, suara kasar, getaran, kehilangan tenaga, sering mengalami trip, atau tidak dapat berputar. Namun, gangguan tersebut tidak selalu berarti motor harus diganti karena sumber masalah juga dapat berasal dari brake, bearing, kabel, contactor, atau suplai listrik.
Sparepart motor yang sering dibutuhkan antara lain:
- Motor hoist.
- Motor trolley.
- Motor bridge travel.
- Rotor dan stator.
- Bearing motor.
- Fan motor.
- Brake motor.
- Terminal block.
- Encoder.
- Thermal protector.
Pemeriksaan kelistrikan dan pengukuran motor diperlukan agar penggantian komponen dilakukan berdasarkan diagnosis, bukan hanya berdasarkan gejala.
6. Gearbox dan Gear Set
Gearbox meneruskan tenaga motor serta mengubah putaran menjadi torsi untuk menggerakkan mekanisme hoist, trolley, maupun bridge. Gearbox membutuhkan pelumasan yang sesuai agar gear dan bearing tidak cepat aus.
Kebocoran oli, suara kasar, panas berlebih, getaran, dan putaran tidak stabil dapat menjadi tanda adanya masalah. Sparepart yang berkaitan dengan gearbox meliputi:
- Gearbox hoist.
- Gearbox trolley.
- Pinion gear.
- Helical gear.
- Spur gear.
- Worm gear.
- Output shaft.
- Bearing gearbox.
- Oil seal.
- Gasket dan breather.
Kondisi shaft, keyway, coupling, dan dudukan gearbox juga perlu diperiksa. Mengganti gear tanpa memperbaiki ketidaksejajaran shaft dapat menyebabkan kerusakan kembali dalam waktu singkat.
7. Drum dan Rope Guide
Wire rope drum menjadi tempat menggulung tali baja saat hook bergerak naik atau turun. Permukaan alur drum harus berada dalam kondisi baik agar wire rope tersusun dengan benar.
Rope guide membantu mengarahkan posisi tali pada alur drum. Komponen ini dapat rusak ketika wire rope kendur, terjadi tarikan menyamping, atau tali tidak menggulung secara teratur. Penggantian rope guide harus menyesuaikan diameter drum, arah alur, dan tipe hoist.
Pemeriksaan drum perlu mencakup:
- Kondisi alur wire rope.
- Keretakan atau deformasi drum.
- Baut pengikat wire rope.
- Bearing dan shaft drum.
- Kondisi rope guide.
- Posisi wire rope pada alur.
- Sambungan drum dengan gearbox.
Wire rope yang sering keluar dari alur tidak cukup diperbaiki dengan mengganti rope guide. Penyebab seperti tarikan miring, posisi sheave, kondisi drum, dan cara pengoperasian juga perlu diperiksa.
8. Trolley Wheel dan Travel Wheel
Trolley wheel memungkinkan hoist bergerak melintasi girder, sedangkan travel wheel menggerakkan bridge sepanjang runway. Roda yang aus dapat menyebabkan crane berjalan miring, tersendat, bergetar, atau menghasilkan suara berlebihan.
Sparepart pada sistem perjalanan crane meliputi:
- Trolley wheel.
- End carriage wheel.
- Driving wheel.
- Idler wheel.
- Wheel shaft.
- Wheel bearing.
- Wheel flange.
- Pinion travel.
- Rail sweeper.
- Buffer atau bumper.
Selain kondisi roda, teknisi perlu mengecek kesejajaran rel, jarak antar-roda, sambungan rail, dan posisi end carriage. Penggantian roda tanpa memperbaiki rail yang tidak sejajar dapat menyebabkan keausan berulang.
9. Limit Switch Crane
Limit switch digunakan untuk membatasi pergerakan hook, trolley, atau bridge agar tidak melewati posisi yang ditentukan. Komponen ini termasuk bagian penting dalam sistem keselamatan crane.
OSHA mengatur agar pengaturan hoist limit switch diuji dengan hook tanpa beban dan harus mampu menghentikan pergerakan sebelum hook atau hook block menyentuh bagian trolley.
Jenis sparepart limit yang umum digunakan meliputi:
- Upper limit switch.
- Lower limit switch.
- Rotary limit switch.
- Cross limit switch.
- Travel limit switch.
- Lever limit switch.
- Anti-collision sensor.
- Limit switch actuator.
Limit switch tidak boleh digunakan sebagai tombol penghenti normal dalam setiap siklus pengangkatan. Komponen ini perlu diposisikan dan diuji agar bekerja sebagai pembatas keselamatan.
10. Pendant dan Remote Control
Pendant control memungkinkan operator menjalankan gerakan naik, turun, kanan, kiri, maju, dan mundur. Pada sistem tertentu, kontrol dilakukan menggunakan remote radio agar operator dapat mengendalikan crane dari posisi yang lebih fleksibel.
Komponen kontrol yang sering diperiksa meliputi:
- Pendant control.
- Push button.
- Emergency stop.
- Remote transmitter.
- Remote receiver.
- Joystick controller.
- Control cable.
- Cable gland.
- Connector dan socket.
- Label fungsi tombol.
Tombol yang macet, kabel terkelupas, housing retak, atau fungsi yang tidak sesuai perlu segera ditangani. Identitas fungsi pada pendant juga harus terlihat jelas agar operator tidak salah memberikan perintah.
11. Contactor dan Panel Kontrol
Panel kontrol mengatur distribusi daya dan perintah operasi overhead crane. Di dalamnya terdapat contactor, relay, inverter, circuit breaker, fuse, transformer, dan terminal yang dapat mengalami keausan atau kerusakan.
Masalah pada panel dapat menyebabkan motor tidak bergerak, crane hanya berjalan ke satu arah, gerakan berhenti tiba-tiba, atau proteksi listrik sering aktif. Komponen panel yang umum diganti meliputi:
- Magnetic contactor.
- Overload relay.
- Control relay.
- Miniature circuit breaker.
- Molded case circuit breaker.
- Fuse.
- Transformer control.
- Power supply.
- Inverter atau variable frequency drive.
- Resistor.
- Terminal block.
- Kabel daya dan kabel kontrol.
Sebelum mengganti contactor, teknisi perlu memeriksa coil voltage, kondisi kontak, kabel, interlock, dan sumber perintah. Pemeriksaan ini membantu mencegah komponen baru kembali rusak akibat masalah lain pada sistem.
12. Busbar dan Festoon System
Busbar dan festoon system digunakan untuk menyalurkan listrik ke bagian crane yang bergerak. Festoon biasanya terdiri dari kabel, trolley kabel, track, clamp, dan berbagai aksesori pendukung.
Daftar sparepart sistem kelistrikan bergerak meliputi:
- Conductor bar.
- Current collector.
- Festoon cable.
- Flat cable.
- Cable trolley.
- C-rail festoon.
- Cable clamp.
- Junction box.
- End tensioner.
- Cable reel.
Kabel yang terkelupas, tergencet, terlalu kendur, atau tertarik secara tidak normal dapat menimbulkan gangguan kelistrikan. Jalur festoon harus bergerak dengan lancar tanpa menyangkut pada struktur crane.
13. Bearing dan Coupling
Bearing digunakan pada motor, gearbox, drum, roda, sheave, serta berbagai poros overhead crane. Sementara itu, coupling menghubungkan dua shaft untuk meneruskan tenaga putar.
Bearing yang aus dapat menimbulkan suara, getaran, peningkatan temperatur, dan kelonggaran. Coupling yang tidak sejajar dapat mempercepat kerusakan bearing, shaft, seal, dan gearbox.
Sparepart yang berkaitan dengan sistem tersebut antara lain:
- Ball bearing.
- Roller bearing.
- Thrust bearing.
- Bearing housing.
- Flexible coupling.
- Gear coupling.
- Jaw coupling.
- Coupling insert.
- Key dan keyway.
- Locking element.
Jenis bearing dan coupling perlu disesuaikan dengan nomor komponen, ukuran shaft, putaran, beban, dan posisi pemasangan.
14. Komponen Keselamatan Crane
Selain komponen utama, overhead crane memiliki perangkat keselamatan untuk melindungi alat, operator, serta material yang dipindahkan. Perangkat ini harus diuji secara berkala dan tidak boleh dinonaktifkan hanya agar crane tetap dapat beroperasi.
Komponen keselamatan yang perlu diperiksa meliputi:
- Overload limiter.
- Load cell.
- Load indicator.
- Emergency stop.
- Warning lamp.
- Sirene atau buzzer.
- Anti-collision system.
- End stop.
- Rubber buffer.
- Wheel stopper.
- Safety latch.
- Limit switch.
Perangkat keselamatan yang tidak berfungsi perlu diperbaiki sebelum crane kembali digunakan. Memaksakan operasi tanpa proteksi dapat meningkatkan risiko kerusakan alat dan kecelakaan kerja.
15. Sparepart yang Perlu Disimpan
Tidak semua sparepart harus tersedia dalam jumlah besar. Perusahaan dapat menentukan persediaan berdasarkan tingkat kerusakan, waktu pengadaan, intensitas penggunaan crane, dan dampaknya terhadap produksi.
Komponen yang dapat dipertimbangkan sebagai stok antara lain:
- Contactor dan overload relay.
- Fuse dan circuit breaker.
- Push button pendant.
- Brake lining.
- Rectifier brake.
- Limit switch.
- Bearing.
- Oil seal.
- Cable trolley.
- Safety latch.
- Lampu dan buzzer.
- Komponen remote control.
Komponen dengan ukuran besar dan spesifikasi khusus seperti motor, gearbox, drum, serta wheel set dapat dipesan berdasarkan kebutuhan. Namun, data teknis dan gambar komponennya sebaiknya sudah disimpan agar proses pengadaan lebih cepat.
Informasi Sebelum Pemesanan Sparepart Overhead Crane
Sparepart overhead crane tidak dapat dipilih hanya berdasarkan bentuk fisiknya. Komponen yang tampak serupa dapat memiliki kapasitas, tegangan, ukuran, rasio, material, dan konfigurasi pemasangan yang berbeda.
Sebelum melakukan pemesanan, siapkan:
- Merek dan tipe crane.
- Merek serta tipe hoist.
- Nomor seri unit.
- Kapasitas angkat.
- Tinggi pengangkatan.
- Tegangan listrik.
- Kecepatan operasi.
- Kode sparepart.
- Ukuran komponen.
- Foto nameplate.
- Foto komponen lama.
- Jumlah yang dibutuhkan.
Informasi tersebut membantu proses identifikasi dan mengurangi risiko sparepart tidak sesuai. Apabila nameplate sudah tidak terbaca, pengukuran komponen serta inspeksi langsung mungkin diperlukan.
Untuk menjaga crane tetap siap digunakan, perusahaan dapat menggunakan layanan jasa maintenance hoist crane secara berkala.
Daftar sparepart overhead crane di atas mencakup komponen pengangkat, pengereman, perjalanan, kelistrikan, kontrol, dan perangkat keselamatan. Pemeriksaan yang teratur membantu perusahaan mendeteksi keausan lebih awal sehingga penggantian dapat dilakukan sebelum kerusakan mengganggu proses produksi.
PT Eitama Mesin Industri menyediakan dukungan pemeriksaan, maintenance, penggantian sparepart, dan jasa perbaikan hoist crane. Konsultasikan tipe, kapasitas, merek, serta kondisi crane untuk mendapatkan rekomendasi penanganan dan komponen yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
View this post on Instagram
FAQ Sparepart Overhead Crane
Apa sparepart overhead crane yang sering diganti?
Komponen yang sering diganti meliputi wire rope, load chain, brake lining, limit switch, contactor, pendant control, bearing, safety latch, rope guide, serta komponen panel listrik.
Kapan sparepart crane harus diganti?
Sparepart perlu diganti ketika mengalami keausan melewati batas, retak, deformasi, kehilangan fungsi, atau tidak lagi mampu bekerja sesuai spesifikasi. Keputusan penggantian sebaiknya berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
Apakah sparepart harus sesuai merek crane?
Sparepart harus sesuai dengan spesifikasi teknis unit. Komponen original maupun kompatibel dapat dipertimbangkan selama kapasitas, ukuran, material, tegangan, dan konfigurasi pemasangannya sesuai.
